ContohCerpen Bahasa Indonesia : Kisah Kasih Sayang. Alkisah, ada dua saudara yang mempunyai sifat yang berbeda. Sang kakak suka memberi dan menolong orang lain, sedangkan sang adik pelit. Meski demikian, mereka saling mengasihi. Suatu ketika, sang adik jatuh sakit. Ia tidak bisa pergi ke mana-mana.
ceritadia biasa2 ajer, kalu bawak anak2 mmg la best, sbb xde adegan blue black gitu, semua pasal cerita kasih sayang seorang bapa kepada anak perempuannya. erm en.laloque best sgt ler tgk cerita nih, smbil tgk sambil berangan gamaknya hikhihkhik tahu la dlm wayang tu konfem sejuk kan
Liputan6com, Jakarta Mempunyai hewan peliharaan tentunya akan menambah kebahagiaan tersendiri untuk seseorang. Tak sedikit orang yang merasa bahwa hewan peliharaan bisa dijadikan sebagai tempat curhat dan berbagi cerita. Kasih sayang yang dilimpahkan kepada hewan peliharaan pun sudah seperti kasih sayang yang dilimpahkan kepada sesama manusia. Hewan peliharaan yang umum dipelihara biasanya
Awalnyabermula pada pertengahan masa-masa kuliah saya di sebuah Perguruan Tinggi ternama di Jakarta. Cerita Seks Yang Tak Mungkin Mudah Dilupakan Bukan apa, selama ini entah kenapa selalu timbul ujarku penuh kasih sayang. Aku jadi tak tega melihatnya. Cerita Seks Mesum Dengan Wanita SPG Mungil. 685 20%. Cerita Seks Rangsangan Pak
Pepatahmengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa
BerbahagialahMenjadi Seorang Wanita Karena diberi Keistimewaan Oleh Allah. 1. Do'a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia. 2.
CeritaDewasa - Hari itu sangat mendung, maklum musim penghujan diawal bulan Desember.., cuaca sangat dingin, dan aku bermalas-malasan berbaring di satu2nya tempat tidur yang cukup empuk di Barak tempatku bertugas . Barak yang sangat jauh dari keramaian kota, kira2 8 jam perjalanan mobil ke Bandara terdekat. praktis tidak ada komunikasi kecuali SMS kalau lagi beruntung mendapatkan signal 1
NLLiPck. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kasih Ibu Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya, menyinari dunia. Lirik lagu yang selalu membuat air mata menetes jika menyanyikannya dan mengingat akan wajah ibu kita. jadi teringat semasa masih duduk di bangku Taman Kanak TK, Ibu selalu menyanyikan lagu ini untuk membuat kita tenang. ternyata sampai sekarang lagu ini masih selalu dinyanyikan, lagunya sangat sederhana dan penuh arti membuat kita lebih menghargai, menghormati, patuh, dan lebih menyayangi ibu. Mungkin karena lirik lagunya yang singkat dan ringan, juga menggunakan bahasa yang mudah untuk diingat dan dihafalkan sehingga kita dengan santai mampu menyanyikan lagi ini berulang-ulang dengan tempo yang pelan, apalagi anak-anak. Tiap-tiap bait dari lirik lagu "Kasih Ibu" begitu jelas maknanya dan berisi nasehat, melukiskan bagaimana tiada terkiranya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tiada terkira oleh waktu hingga akhir hayatnya. Tidak hanya kasih sayang ibu yang di ceritakan dari isi lagu ini, juga bagaimana pengorbanan ibu yang tiada mengharap imbalan atau balas jasa dari anaknya. Tanpa pamrih seorang ibu memberikan kasih sayangnya. Tujuan Lagu ini diciptakan untuk mengajarkan dan memberi pengetahuan kepada anak-anak tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Dengan demikian anak-anak dapat menyadari betapa besarnya kasih sayang seorang ibu sehingga anak-anak dapat menghargai dan membalas kasih sayang seorang ibu. Sempat teringat , siapa yang menciptakan lagu ini? Ternyata pencipta lagu kasih ibu tidak sepopuler lagu anak ciptaannya, beliau adalah SM Mochtar salah satu pencipta lagu Anak yang cukup terkenal. Beberapa dari lagu ciptaanya bahkan masih sering dialunkan oleh anak-anak Indonesia. Dilahirkan di Makassar tanggal 5 Januari 1934. Sejak berusia 4 tahun tokoh terkenal ini telah mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik yaitu dengan bermain piano. Satu hal yang pantas disaluti adalah, Pak Mochtar belajar piano secara otodidak tanpa bantuan seorang guru. Namun, itu tidak menghalanginya untuk menjadi seorang yang ahli di bidang musik. Pencipta lagu asal Makassar ini mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Bahasa Perancis pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Di masa mahasiswa kemampuan bermusik Pak Mochtar sangat mengagumkan, beliau bahkan mendapatkan beberapa kesempatan beasiswa di sekolah musik di Jepang. Namun, entah kenapa tawaran itu ditolak oleh SM Mochtar. Pak Mochtar dikenal sebagai pencipta lagu yang sangat diakui kemahirannya namun tidak suka diekspos mengenai keahliannya dalam menciptakan lagu. Saat diadakannya festival lagu pop internasional di Jepang pada tahun 1971 yang bertempat di Jepang lagu ciptaannya yang berjudul From the Deepest Love from Jakarta memperoleh penghargaan dari panitia. Peserta festival bahkan tidak mengetahui bahwa pencipta lagu yang memperoleh penghargaan tersebut berada di tengah-tengah mereka. Di festival itu Pak Mochtar tampil sebagai dirigen orkestra yang mengiringi lagu From the Deepest Love from Jakarta. Dalam acara itu sekaligus Pak Mochtar menjadi orang Indonesia pertama yang pernah menjadi dirigen di Tokyo. Berikut beberapa lagu anak ciptaan Pak Mochtar Kasih Ibu, lagu ini menceritan tentang betapa besarnya kasih seorang ibu. Burung Kenari, bercerita tentang keindahan burung kenari. Ibu Guru Kami, bercerita tentang bagaimana jasa seorang ibu guru. Akibatnya beliau menderita kanker hati dan liver. Penyakit ini mengantarkan beliau pada akhir hayatnya pada 20 Juli 1973. [Sumber lagu-anak-anak] "SEMOGA DENGAN ALUNAN LAGU "KASIH IBU", KITA AKAN SENANTIASA TERINGAT KETULUSAN PENGORBANAN SEORANG IBU KEPADA KITA SELAMA INI DAN, SENANTIASA SELALU DAPAT BERBAKTI DAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK IBU KITA, HINGGA AKHIR HAYATNYA.." SELAMAT HARI IBU. 22 DESEMBER 2013... Lihat Pendidikan Selengkapnya
- Koleksi 2 Cerpen kasih sayang ibu singkat dan penuh haru, cerita pendek kasih sayang ibu mengingatkan kita untuk selalu terus berbakti kepada orang tua khususnya 2 Cerpen Kasih Sayang Ibu TerbaikSaya akan membagikan kisah dari cerita pendek tentang kasih sayang ibu, betapa luar biasa jasa seorang ibu kepada ibu sepanjang masa, sayangi beliau selagi masih ada jika sudah tiada maka doakan yang terbaik untuk ibunda Pendek Kasih Sayang Ibu 1Cerpen karangan Celine jkDi sebuah desa, hiduplah seorang ibu bernama Ratih. Ratih tinggal bersama anak perempuannya yang bernama Lia. Suaminya telah meninggal saat Lia masih kecil. Sejak saat itu, Ratih berperan sebagai ibu sekaligus ayah untuk Lia. Ratih bekerja keras membanting tulang setiap hari. Ia sangat menyayangi putrinya itu. Ratih tak ingin Lia hidup hari, Ratih dan Lia sedang menyantap sarapan seperti biasanya. Tapi ada yang aneh dengan sikap Lia. Ia tampak tak berselera makan. Ratih menyadari sikap anaknya itu. Ia pun bertanya.“Kenapa kamu terlihat tak berselera makan?” tanya Mau Makan Apa Hari ini?“Aku sedang bosan makan sayur. Aku ingin makan yang lain,” kata Lia.“Makanlah apa yang ada sekarang. Masih banyak diluar sana orang yang tidak bisa makan seperti kita,” Ratih memberi nasihat pada Lia.“Iya bu,” kata Lia. Ia pun menghabiskan makanannya meski tidak berselera. Setelah sarapan, Lia pamit menuju sekolah. Sedangkan Ratih berangkat untuk berjualan di bersinar dengan terik. Pasar yang tadinya penuh sesak kini sudah sepi pengunjung. Sudah waktunya Ratih membereskan jualannya dan pulang ke rumah. Saat berjalan pulang, Ratih melihat penjual ayam goreng di dekat pintu masuk teringat akan Lia. Ia takut Lia tidak ingin makan jika hanya ada sayur di rumah. Ratih tidak setega itu membiarkan Lia kelaparan. Ia memutuskan untuk membeli ayam goreng untuk tak apa, pikirnya. Ia yakin Lia akan senang melihat apa yang dia bawa.“Lia, coba lihat apa yang ibu bawa!” seru Ratih pada Lia. Lia yang merasa dipanggil menoleh ke arah Ratih. Lia langsung tersenyum senang ketika melihat apa yang dibawa oleh Ibunya.“Ayam goreng!” teriak Lia senang.“Sekarang kamu siapkan piring dulu. Ibu ingin ganti baju sebentar,” kata Ratih memberikan bungkusan ayam goreng itu pada Lia. Lia menerimanya dengan sukacita.“Siap bu,” kata Lia semangat. Ia bergegas mengambil piring dan nasi lalu mulai makan. Ratih tersenyum melihatnya. Meskipun hanya sepotong ayam namun bisa membuat Lia tersenyum.“Ibu mau?” tanya Lia pada Ratih yang hanya memandanginya tanpa ikut makan.“Tidak, habiskan saja,” jawab Ratih tersenyum. Lia pun menghabiskan makanannya dengan lahap.“Ayamnya enak sekali. Ibu memang yang terbaik,” kata Lia memeluk Ibunya. Ratih membalasnya dengan pelukan hangat. Sungguh besar kasih sayang Ratih pada Lia. Hanya Lia yang Ia punya. Ratih senang jika Lia dapat bertumbuh dengan baik, walaupun tanpa seorang tahun kemudian, Lia bertumbuh menjadi gadis yang cantik dan hari ia rajin belajar. Saat lulus SMA, Lia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di kota untuk meraih usahanya, Ia berhasil mendapatkan beasiswa di kota. Lia sudah mempersiapkan semua dengan baik sampai hari keberangkatannya ke kota. Ratih mengantar kepergian Lia hingga terminal bus.“Bu, aku pamit ya. Doakan aku,” pamit Lia.“Ibu akan selalu mendoakanmu. Maaf ibu tidak bisa memberimu uang. Ibu hanya bisa membawakanmu bekal makanan,” kata Ratih memeluk Lia. Lia membalas pelukan Ratih dengan erat.“Tidak apa-apa. Ibu selalu jaga kesehatan ya,” kata lama, bus yang akan ditumpanginya pun tiba. Lia melambaikan tangan pada Ratih saat bus mulai Ratih yang menyaksikan kepergian Lia ke kota merasa bangga sekaligus sedih. Ia bangga karena Lia bisa pergi ke kota untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Tetapi ia sedih karena Lia akan meninggalkannya seorang diri. Tapi rasa sedihnya tidak lebih besar dari rasa kota, Lia belajar dengan sungguh-sungguh. Pada tahun awalnya tinggal di kota, Ia masih sering memberi kabar pada ibunya. Tapi lama kelamaan Lia mulai sibuk dan jarang memberi kabar. Ratih yang khawatir pun menelepon Lia.“Halo, Lia?” kata Ratih saat telepon baru terhubung.“Halo ibu? Ada apa?” balas Lia.“Ibu hanya khawatir terjadi sesuatu padamu. Kamu sudah lama tidak menelpon ibu,” kata Ratih, “Apa ibu mengganggumu?” tanyanya.“Tidak juga. Aku baik-baik saja,” jawab Lia, “Sudah dulu ya bu, ada yang harus aku kerjakan,”“Ya sudah, jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan,” kata Ratih.“Ya bu,” jawab Lia sebelum mengakhiri panggilan telepon itu. Panggilan yang biasanya lebih lama. Kini menjadi sesingkat itu karena Lia sibuk berkuliah sekaligus bekerja paruh waktu. Ratih hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Lia. Begitulah waktu tiba waktunya Lia lulus kuliah. Lia lulus dengan nilai yang baik dan mendapat pekerjaan di perusahaan besar di kota. Semenjak bekerja Lia semakin sibuk dan sangat jarang menelepon Ratih. Mungkin sebulan hanya sekali atau dua kali. Itu pun Ratih yang menelepon lebih sudah gelap. Lia baru saja menyelesaikan pekerjaan di perjalanan pulang, Lia melihat seorang ibu yang menjual gorengan. Ibu itu terlihat lelah karena berjualan keliling sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Lia yang merasa kasihan menghampiri ibu itu. Ia membeli beberapa gorengan yang belum terjual. Ibu itu berterima kasih karena Lia membeli gorengan yang dijualnya. Melihat ibu itu, Lia jadi teringat Ratih di desa. Sudah lama Lia tidak menghubungi Ratih. Ia rindu Ibunya dan kampung halamannya. Lia berencana akan pulang ke desa akhir pekan saatnya akhir pekan. Lia pulang ke desanya. Tak banyak yang berubah di desanya selama Ia ke kota. Rumahnya pun masih sama seperti dulu. Lia mengetuk pintu rumahnya. Tak lama pintu terbuka. Ratih keluar dari rumah. Tanpa aba-aba Lia segera Ibunya.“Maaf ya bu, Lia baru pulang sekarang,” kata Lia menangis. Ratih yang melihatnya ikut menangis bahagia.“Ibu senang kamu pulang,” kata Ratih. “Ayo masuk, Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu,”“Ayam goreng?” tanya Lia semangat.“Iya ayam goreng,” kata Ratih. Mereka pun makan bersama sambil melepas menceritakan tentang pekerjaannya di kota. Ia juga membeli rumah sendiri dengan gajinya. Lia mengajak Ratih untuk tinggal bersama di kota. Ratih dengan senang hati menerima ajakan Lia. Ia senang dapat tinggal bersama-sama lagi dengan Pendek Kasih Sayang Ibu 2Cerpen karangan Rif’il HusniyahPagi berembun pengingat masa kecilku. Ketika ibu bercerita bahwa sebelum diinjak oleh orang lain ibu berusaha membangunkanku untuk berjalan di air embun pagi itu. Kasih sayang ibu tak terbalas sepanjang masa dan terabadikan sepanjang hayat. Tak pernah memaksakan kehendak pada anaknya namun tak pula menuruti kemauan berkulit putih berwajah manis yang selalu menyambutku dengan senyuman di depan pintu rumah merupakan sosok ibu yang luar biasa. Jika teringat kembali cerita ibu bahwa air embun membuat seorang balita lekas berjalan bagiku hanyalah sebuah aku tak ingin mengecewakan dan memotong ceritanya. Cerita tentang kami anak-anaknya semasa kecil, yang selalu membuat keributan tapi tak pernah dimarahi malah bertambah kasih lenyap sudah ditelan revolusi industri, udara bersih hilang ditelan karbondioksida. Kehidupan berganti, teknologi canggih dan hidup serba instant sudah menjadi bagian dari hidup manusia. Aku pun menginjak usia remaja akhir di zaman serba ada bernostalgia dengan januari 2012. Sebab di tahun itu hati dan jiwaku lumpuh. Hidup simpang siur berbelok ke kanan dan ke kiri, jikalau bertemu sebuah persimpangan aku pun masuk. Tak peduli dengan jeritan hati, perkataan jiwa dituruti, nafsu dipuaskan sudahlah mirip dengan dari januari dan berakhir di Mei. Selama itulah diri ini tak lagi tentu akan rasa, tak lagi cemas dengan dosa namun yang terpenting memikirkan cara ibu sehat kembali. Aku merasa tak berguna ketika belahan jiwa ini berbaring tak berdaya bu. Anak macam apa aku ini bu?Disaat Wanita yang telah memberikan seluruh hidupnya padaku tergeletak tak berdaya aku hanya bisa membanjiri pipi ini dengan air mata. Andai aku bisa mengulur waktu. Aku ingin kita berganti posisi. Aku yang sakit bu dan merasakan semua penderitaanmu. Sebab tiadalah pantas engkau belahan hatiku pelengkap jiwaku merasakan itu bulan mei aku berbicara keadilan dengan tuhanPagi yang sejuk dan sebuah senyuman yang meneduhkan hatiku terpancar dari wajahmu. Setelah sekian lama aku menantikannya, saat matahari terbangun seolah-olah kau telah kembali seperti dulu. Gigitan buah apel yang engkau makan secara perlahan membuatku hidup kembali. Kulangkahkan kakiku menuntut ilmu agar bisa menjadi seorang dokter yang kau pun berpesan padaku “Hati-hati ya nak rajin-rajin belajar”.Hidupku mekar kembali jiwa yang mati telah bergelora sebab senyum yang hilang telah kembali di wajahmu saat itu bu. Tapi tiada kusangka senyum itulah yang memisahkan kita. Langit seakan pecah di hari itu bu. Berulang kali ku menuntut keadilan kepada tuhan saat engkau kesakitan menghadapi sakaratul maut. Tapi tuhan hanya diam, tak menjawab. Kutuntut lagi keadilan untuk kesekian kalinya agar engkau hidup sepanjang hayatku. Tapi tetap saja tuhan diam bu. Hingga aku berdoa, “Aku ikhlas akan kepergianmu bu”. “aku ikhlaskan beliau permudahlah jalannya menghadap engkau Ya Robb!”Doaku terijabah, dua kalimat syahadat menghantar telah pergi bersama dengan 05 12Aku tidak lupa buAku belum iklas dengan kepergiannmuHingga 23 05 15Aku mengerti alasan engkau diambil kembali oleh sang khalikAku merindukanmu sepanjang hidupku buBagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa dirimuItulah yang terpikir olehku saat engkau pergiTiada tempat mengadu, berkeluh kesah lagiSenyum yang terlihat sepanjang hari tinggal dukaBahkan aku lupa caranya hidup dengan baikSimpang siur hidupku, tak tentu arahnya23 05 12 – 23 05 15Itulah saksi kekhilafankuSaksi rapuhnya aku tanpamuBumi seolah-olah terbelah buKetika lisan tak bisa bicaraHatilah yang tersiksaKetika bulan tak lagi tersenyumBintang tak lagi melihatApakah aku masih bisa tertawaApakah aku masih bisa bersuara?Hidup dalam kegelapanTiga tahun tersesat dalam kebodohan dan kebebasanTak peduli apa yang terjadiHingga tuhan membuka hatikuIbuAku sudah lepas dari penindasan jiwaDan pemberontak rasa telah lenyapAku sudah bahagia di rumahku surgakuNah itulah, Koleksi 2 Cerpen Terbaik Tentang Kasih Sayang Ibu Singkat dan Penuh Haru
cerita kasih sayang ibu sepanjang masa