Tidaklama berselang, kedua rekanku pun muncul. Kami memang belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi dari profil yang tercantum dimedia sosialnya, aku pun langsung mengenali salah satunya. Sesekali berpapasan dengan perahu pinisi dan perahu nelayan yang diatasnya berkibar bendera merah putih. Perahu pinisi seperti itu, biasanya digunakan Beberapasaat berselang kelopak matanya yang terpejam kelihatan bergerak-gerak. Telinga kiri yang lebih dekat ke tanah mendengar satu suara di kejauhan, membua dayung” aku merasa ada yang kurang. Saat di sungai, teman-temanku sudah sampai di tengah sungai sedang aku masih ditepi. baca selengkapnya di Cangkir Tindih Merah Putih Cerita PortalMaduracom. Minggu 31 Januari 2021 17:00. Ilustrasi (Republika) PortalMadura.Com – Di zaman Rasulullah SAW, ada beberapa orang yang memproklamirkan kenabiannya. Bahkan ternyata, hal itu sudah ada sejak zaman jahiliyah. Mereka memberikan pengakuan bahwa telah mendapat wahyu dari Allah SWT. Lembaga Eijkman memprediksi kesiapan vaksin merah putih yang saat ini tengah diteliti. Diperkirakan, vaksin merah putih siap diproduksi pada akhir tahun 2021. Deputi Fundamental Research Eijkman Institute Prof Herawati Sudoyo Supolo dalam keterangannya di acara diskusi daring menjelaskan tim penelitian dan pengembangan Vaksin SepuluhtahunBerselang. Dari Semenanjung. WINDU SETYANINGSIH. Ada Rindu Membelukar Di Sini. Melawan Jarak (Penerbit Hanami 2016), Danau Yang Terkubur (Stepka Pustaka 2016), Aku Terpenjara (Penerbit Vector 2016), Ketagihan 78 Candu Di Jembatan Merah Putih. Di Jembatan Rumpyang. Tawuran. Sebutlah Laut Adalah Rindu. Selamatiga bulan berpisah penuh kerinduan,banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima,sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan.setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun,bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka Bahkandengan santainya, dia menggunakan mesin jahit yang berada di markasnya untuk menjahit bendera merah putih, kebanggaan sang istri tercinta. “ Yang p ertama Travis dia mau bikin yaitu dia mau punya samping-samping. Dia mau supaya lebih halus,” ucap Pita. Dan t ak berselang lama, Pita lantas dikejutkan dengan hasil jahitan sang suami. TiXT. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ini cerita tentang bendera Merah Putih yang mempunyai arti tersendiri bagiku. Teringat masa kecil saat usia SD, tepatnya kelas 4. Saat itu aku masuk sebagai murid baru pindahkan dari kota besar Jakarta. Kepindahan tugas bapaklah yang membawa kami sekeluarga pindah ke kota hal yang berkesan bagiku dan merubah segalanya ketika sekolah baruku ini mempercayakan aku untuk mengibarkan bendera Merah Putih untuk satu upacara. Sebagai murid baru aku sangat canggung. Apalagi dari sekolah tempat aku berasal tidak pernah aku mendapatkan kepercayaan sebesar ini. Jujur bagiku bendera Merah Putih itu sakral dan agung, dan aku saja pemahamanku, bahwa untuk negeri ini merdeka bukanlah hal yang mudah. Darah para pahlawan kita tertumpah untuk membuat kita bisa merdeka seperti saat ini. Bendera Merah Putih adalah bukti bahwa Indonesia sudah merdeka. Ngeri membayangkan jika aku salah mengibarkan, dan bagaimana nanti jika terbalik merah diatas, lalu putih dibawah. "Jangan takut, kamu pasti mampu. Kita latihan sampai kamu bisa, dan percayalah dengan bapak, kamu pasti bisa," begitu kata guruku meyakinkan. Heheh...tidak ada masalah dengan latihan, meski awalnya aku sangat canggung karena merasa beban takut salah. Hari Senin yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional seingatku ketika itu pun tiba. Tidak ada lagi kecanggungan di diriku. Percaya diri aku langkahkan kakiku membawa bendera Merah Putih untuk dikibarkan di tengah lapangan sekolah kami yang luas itu. Mata-mata temanku masih aku ingat, memandangku dengan senyum-senyum iseng mereka. Heheh....maklum aku dikenal sebagai anak yang iseng, tukang bikin onar dan segudang ide nakal bawaan anak kota Jakarta kali ini tidak ada becandaan, bagiku bendera Merah Putih itu sangat aku hormati sekalipun aku ini anak iseng. Tapi apa daya cerita berubah parah saat aku bentangkan bendera itu dan dubrakk...persis seperti ketakutanku posisi terbalik, merah dibawah dan putih diatas! Panik, dan menangis aku salahkan diriku. Sementara gelak tawa teman-temanku seolah tidak henti mentertawakan kebodohanku aku hiraukan tertawaan itu. Masih aku ingat jelas dengan tatapan lembut di kejauhan guru-guruku memberikan senyum seolah mengatakan, "perbaiki dan lanjutkan anakku." Yup, seolah itu yang ingin mereka katakan dari kejauhan, walau tidak satupun datang membantu. Bersama dua temanku lainnya, kami memperbaiki kesalahan itu. Ku bentangkan Merah Putihku kedua kalinya dan menaikannya kembali diiringi Lagu Indonesia Raya. Aku ingat, airmataku terus bercucuran hingga akhirnya Merah Putih itu sampai di ujung tiang, berkibar dengan ini tidak berarti untuk orang lain, tetapi bagiku sangat berarti. Walau di usiaku yang masih kecil, dan walau aku terbilang anak iseng ketika itu tapi aku menghormati bendera Merah Putih, dan aku mencintai Indonesia menurut versi kanak-kanakku ketika kehormatan bagiku karena walau aku membuat kesalahan fatal tetapi aku dipercaya sebagai pasukan pengibar bendera di sekolah, khusus untuk hari-hari nasional. Ini terus berjalan hingga aku lulus kelas 6. Bangga, jelas bangga seperti banggaku kepada negeri ini. 1 2 Lihat Cerpen Selengkapnya

aku merah putih yang berselang