TUTUP Jalur pendakian Gunung Rajabasa Lampung ditutup sementara untuk pendakian (tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022). Update 30 Desember 2021. Gunung Rakutak. TUTUP. Gunung Rakutak saat ini telah masuk kategori kawasan Cagar Alam, sehingga yang diperbolehkan masuk hanya untuk tujuan riset dan konservasi.
PengalamanPribadi Mendaki Gunung Burangrang Via Legok Haji. Gunung burangrang adalah salah satu gunung yang terletak di jawa barat yang sering menjadi tujuan para pendaki. Gunung yang terletak di perbatasan kota bandung, cimahi dan purwakarta ini mempunyai ketinggian 2064 MDPL. gunung burangrang sendiri memiliki 3 jalur pendakian yaitu jalur
8ZaATu. Info Lengkap Pendakian Gunung Burangrang, Summit ke dua di Tanah Bandung Gunung Burangrang merupakan sebuah gunung api mati yang terdapat di bandung, Indonesia. Gunung Burangrang mempunyai ketinggian setinggi meter diatas permukaan laut. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Burangrang bersebelahan dengan Gunung Sunda. Gunung ini terletak antara perbatasan bandung, cimahi dan purwakarta, serta juga berseberangan dengan gunung tangkuban sukses mencaai summit bandung pertama, yaitu gunung manglayang, Pada tanggal 5 dan 6 November 2016 kemarin, saya dan kakak saya melakukan pendakian ke gunung burangrang via jalur Legok berdua berangkat dari Jakarta dengan menggunakan sepeda motor, karena memang bermaksud untuk mengirit waktu dan biaya meskipun tenaga cukup terkuras selama Burangrang Dan kali ini, Tim Bm akan menceritakan secara mendetail mengenai catatan pendakian gunung burangrang via legok haji, mulai dari transportasi, simaksi, pendakian, hingga estimasi biaya / Perjalanan Jakarta - Legok HajiSeperti sudah diceritakan sebelumnya, kami mengendarai sepeda motor dari jakarta menuju basecamp legok haji yang berada di kecamatan cisarua. Perjalanan kami melalui jalur kosambi curug dan lalu menuju rute yang kami lalui Jakarta - Karawang - Kosambi Curug - Purwakarta - Jl. Raya Purwakarta - Jl. Cihaliwung - Jl. Raya Cimahi - Belok kiri menuju ke Jl. Kolonel Masturi - Setelah sekitar 40 menit ada Sekolah Polisi Negara SPN Cisarua, ambil arah ke kiri tepat di persimpangan SPN Cisarua. Lalu cari jalan menuju tugu, jalannya agak sempit. Tidak lama dari situ, akan sampai di desa Pasir saya lupa menanyakan soal transportasi umum yang bisa digunakan untuk menuju ke kampung legok haji, pasir langu ini. Tapi saya sempat memperhatikan beberapa kendaraan umum yang bisa menuju burangrang, yang terdekat adalah menggunakan kereta api jurusan stasiun Cimahi, Dari situ, naik angkot warna hijau dan minta turun di pertigaan Jl, Kolonel Masturi. Lalu naik angkot warna kuning dengan pintu di belakang, tapi tanyakan terlebih dahulu apakah bisa antar sampai Sekolah Polisi Negara atau bisa, tarifnya sekitar 10 ribu. Dari pertigaan SPN, tidak ada lagi kendaraan umum. Tapi sepertinya masih bisa menumpang truk pengangkut tanah menuju persimpangan tugu. Lalu dilanjutkan menaiki pick up menuju desa pasir langu. Pendaftaran PendakianUntuk mendaki gunung burangrang, belum ada pengelolanya secara resmi. Bahkan basecamp pun tidak ada. Sebenarnya ada beberapa cabang jalur yang bisa ditempuh saat sudah berada di kampung legok sendiri memilih jalur dekat perkebunan cabai, karena memang saat itu saya kurang paham dengan jalur yang biasa digunakan pendaki. Akhirnya saya bertemu dengan satu rumah terakhir sebelum sinilah saya bertemu dengan seorang kakek yang biasa mengantar para pendaki gunung burangrang ke jalur pendakian cepat tanpa melewati tanah mati. Tarifnya Rp. sebenarnya seikhlasnya karena beliau hanya mengantar beberapa puluh meter Pendakian Gunung BurangrangAwal PendakianSetelah kami packing ulang barang bawaan kami, kami langsung diantar kakek tersebut menuju jalur pendakian legok haji. Kami dituntun menuju jalur pendakian yang lebih cepat katanya, karena tanpa melewati jalur tanah setelah sekitar 10 menit berjalan, kami dilepas di sebuah area padang ilalang yang biasa digunakan untuk tempat makan hewan dari padang tersebut, kami berjalan menuju trek berikutnya. Perlu diketahui bahwa di jalur pendakian legok haji ini tidak ada petunjuk arah ataupun penanda POS. Jadi hanya jalan setapak yang sudah ada. Kami sangat berterimakasih kepada kakek tersebut, karena memang di awal trek tersebut beliau mengantar kami, kalau tidak diantar mungkin kami sekitaar 20 menit kami mendaki, tantangan awal pendakian gunung burangrang sudah terasa. Kami ditantang oleh jalur pendakian yang mengharuskan kami berjalan merangkak!Yap, hal itu terpaksa dilakukan karena memang disisi kiri dan kanan ditumbuhi tanaman liar yang berduri tajam yang menjalar sampai ke atas treknya cukup sulit dan menghabiskan waktu yang cukup lama dengan jarak tempuh sekitar 100 meter. Kaos dan tas carrier yang saya gunakan juga sampai robek, juga tangan yang menimbulkan beberapa luka karena terkena duri tanaman lepas dari tantangan pertama, jalur pendakian burangrang selanjutnya tidak terlalu menanjak. Tapi jalanannya tidak ada penunjuk arah sehingga agak sulit untuk mengetahui kemana jalan yang itu, nampaknya gunung ini belum ramai didaki oleh orang. Terbukti sepanjang perjalanan kami mendaki, tidak ditemui satupun pendaki satu jam berlalu, akhirnya kami menemukan tantangan selanjutnya. Trek gunung ini ternyata memang ekstrim, selain harus melalui trek dengan tumbuhan berduri, di trek lainnya pun kami harus menaklukan tanjakan-tanjakan yang berlumut dan miring. Kami cukup kesulitan saat mendaki karena tidak ada bantuan akar pendakian sampai puncak, kami menemui jalanan seperti itu. Waktu tempuh yang kami habiskan adalah 4 jam untuk sampai puncak, sudah termasuk menurut warga setempat, mereka hanya menghabiskan waktu 2,5 jam untuk sampai puncak D. Mungkin karena kami lamban dan banyak istirahat ya DPesona Puncak BurangrangMaaf DSejujurnya, puncak gunung burangrang tidak bergitu bagus dibandingkan dengan gunung cikuray, merbabu ataupun ciremai. Tidak saya temui indahnya berada di atas awan. Hanya saja, pemandangannya sangat enak dilihat dengan tebing-tebing dan bukit-bukit juga danau yang terlihat jelas dari puncak bayangan maupun puncak. Pemandangannya hampir mirip tebing keraton, pendaki yang ingin melakukan tik tok, bisa banget kok. Atau yang ingin menginap, bisa mendirikan tenda di puncak Biaya Mendaki Gunung BurangrangSeperti biasa, kami akan membagikan informasi biaya mendaki gunung burangrang. Biaya ini relatif ya, ini hanya kisaran biaya yang kami keluarkan. Sebagai informasi, kami hanya beranggotakan 2 orang pendaki saja, dan berangkat mendaki dari JakartaLogistik Rp. Bensin sepeda motor Jakarta - Burangrang PP Rp. tinggal dibagi kalau boncengan Biaya simaksi Rp. Tinggal dibagi Makan perjalanan Jkt - Bandung Rp. Nah, itu sedikit penjabaran biaya yang kami keluarkan. Silahkan sesuaikan dengan kelompok anda saja ya Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mendaki Gunung Burangrang via Legok HajiAda beberapa hal yang kami akan bagikan kepada pembaca yang ingin mendaki gunung yang berada di area Cimahi, Bandung dan Purwakarta 3 Jalur pendakian yang bisa digunakan, yaitu via legok haji, via jalur komando, dan via purwakarta. Tidak ada sumber air selama pendakian, jadi usahakan bawa air secukupnya dan sesuaikan dengan kelompok anda. Saya menyarkan menggunakan kendaraan pribadi saja, karena agak susah mencari kendaraan umum. Mendaki bersama kelompok, karena gunung ini masih sepi pendaki. Jalurnya licin dan berlumut, disarankan menggunakan sepatu gunung yang safety. Menggunakan lengan panjang saat mendaki via legok haji, karena banyak ditemui tumbuhan liar yang berduri. Nah, itu dia sedikit cerita perjalanan kami saat mendaki gunung burangrang. Alhamdulillah selamat sampai tujuan, dan pulang dengan sehat. Ada yang pernah mendaki gunung burangrang? Yuk komentar di bawah Maaf, foto yang diposting sedikit karena memori kamera rusak. Cuma ada beberapa foto selfie ajah pBaca jugaFoto-Foto Keindahan Wisata Alam Tersembunyi di Kabupaten Ponorogo 5 Tipe Pendaki Gunung, Kamu Termasuk Yang Mana?
sumber gambar denden2353 instagram Gunung Burangrang merupakan salah satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah. Ketinggian dari Gunung Burangrang mencapai sekitar meter diatas permukaan laut. Gunung ini adalah gunung api mati yang terdapat di Pulau Jawa. Lebih tepatnya letak Gununh Burangrang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa ini berada di selatan Gunung Tangkuban Perahu. Untuk menuju ke Gunung Burangrang sebenarnya ada 4 jalur yaitu Legok Haji, Pasir Kuning, Komando, dan Masjid. Namun jalur Komando dan Masjid sudah ditutup dan tidak dipergunakan lagi. Hanya bisa melalui jalur Legok Haji atau Pasir Kuning. Transportasi menuju Gunung Burangrang Untuk menuju Desa Pasirlangu tidak tersedia angkutan umum. Namun ada beberapa angkot yang melayani rute dari Kota Cimahi dan Bandung Barat menuju Sekolah Polisi Negara SPN berdampingan dengan pasar Cisarua. Tempat ini merupakan pemberhentian paling dekat dengan Legok Haji. Setelah sampai di SPN, para pendaki bisa menumpang mobil bak terbuka atau menyewa ojek di sekitar pasar untuk menuju Pasirlangu. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati ruas Jalan Raya Cimahi sebelum kemudian berbelok ke Jalan Kolonel Masturi. Postingan Direkomendasikan Setelah sampai di SPN para pendaki bisa masuk ke jalan pasar dan berbelok ke kanan mengikuti arah menuju jalur Pasirlangu. Pendakian Gunung Burangrang sumber gambar gungun_gunawan49 instagram Basecamp Legok Haji merupakan sebuah warung yang terletak di ketinggian meter diatas permukaan laut. Untuk menuju basecamp ini para pendaki bisa menggunakan kendaraan roda dua, dengan biaya parkir sebesar Rp. per motor. Namun jika para pendaki membawa mobil bisa parkir mobil di rumah warga sebelum memasuki basecamp. Biaya simaksi pendakian para pendaki hanya perlu membayar seikhlasnya saja per orang. Jalur Legok Haji memiliki 4 pos pendakian di sepanjang jalurnya. Dari basecamp kurang lebih 25 meter terdapat percabangan jalur, dimana jalur tersebut jika ke arah kanan akan menuju Curug Cipalasari. Jika menuju ke arah kiri ke jalur pendakian Gunung Burangrang. Setelah berjalan selama 5 menit dari basecamp, para pendaki akan tiba di area Tanah Mati. Tempat tersebut sering di gunakan sebagai perkemahan dengan tanaman hijau di kanan dan kiri area. Kemudian setelah berjalan selama 22 menit, tibalah di pos 1. Di sepanjang jalur pendakian via Legok Haji ini para pendaki tidak akan menemukan shelter. Penanda dari pos 1 ini yang berupa papan kayu dengan bertuliskan pos 1. Jalur menuju pos 1 vegetasi belum tampak rapat dengan trek yang masih landai dan tidak terlalu menanjak. Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju pos 2. Untuk menuju pos 2 sudah mulai tampak tanjakan-tanjakan yang ringan. Ciri dari tanjakan Gunung Burangrang memiliki khas yaitu berada diantara akar-akar pepohonan. Di jalur ini vegetasi tanaman sudah nampak rapat dan sudah mulai masuk ke dalam hutan. Waktu tempuh dari pos 1 menuju pos 2 yaitu sekitar 15 menit. Sayangnya tidak terdapat lahan untuk digunakan mendirikan tenda dan beristirahat baik di pos 1 maupun pos 2. Lanjutkan perjalanan menuju pos 3. Waktu tempuh dari pos 2 menuju pos 3 hanya sekitar 30 menit. Mulai dari pos 2 menuju pos 3 menuju pos 4 tidak terlihat pemandangan, hanya ada jalur yang terus menanjak diantara akar-akar pohon. Sebaiknya para pendaki harus lebih berhati-hati karena jalurnya licin. Saat melintasi jalur pendakian terdapat beberapa titik yang rawan sekali terpeleset sebab di perkirakan banyak para pendaki menjadikan jalur tersebut untuk perosotan ketika turun dari puncak gunung. Hal ini menyebabkan jalur tersebut menjadi rusak dan licin. Akibatnya para pendaki yang hendak naik menjadi kesusahan. Sebaiknya para pendaki tidak melakukan perosotan ketika hendak turun dari puncak gunung. Kemudian lanjutkan perjalanan menuju pos 4. Setelah berjalan sekitar 35 menit tibalah para pendaki di pos 4. Pos 4 ini merupakan sebuah area datar namun tempat ini tidak terlalu luas sehingga tidak cocok untuk beristirahat. Tempat ini hanya bisa mendirikan 1 tenda. sumber gambar sidiklsmn instagram Lanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Burangrang. Dari pos 4 menuju puncak memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di beberapa titik menuju puncak treknya landai namun di sisi sampingnya terdapat jurang yang dalam, berhati hatilah jika melintasi jalur ini. Dan akhirnya para pendaki tiba di puncak Gunung Burangrang. dari basecamp menuju puncak hanya memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan. sumber gambar gugun_gunawan49 instagram Puncak gunung ini di tandai dengan tugu yang bewarna merah putih. Di atas puncak terdapat pemandangan Gunung Tangkuban Perahu dan tampak terlihat awan yang mengelilingi gunung. Puncak Burangrang ini hanya berupa tanah lapang seluas lapangan badminton. Tidak jauh dari tugu tersebut terdapat sebuah prasasti penanda batas wilayah Bandung Barat dengan Purwakarta. Puncak Gunung Burangrang terdapat juga jalur persimpangan Pasir Kuning. Jika ingin turun dari puncak arah kanan menuju jalur Pasir Kuning dan arah kiri menuju jalur Legok Haji. Di puncak terdapat area camp hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 menit untuk menuju area tersebut. Namun meskipun bisa untuk camp jalur menuju ke arah tersebut berkabut dan sangat riskan karena kanan dan kiri jalur terdapat jurang.
4 February 2020 0707 — Gunung Burangrang yang terletak di Cisarua, Bandung Utara, Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang patut dikunjungi. Gunung dengan ketinggian meter di atas permukaan laut mdpl itu merupakan gunungapi yang sudah tidak aktif lagi. Untuk mendaki ke gunung ini, pendaki bisa melalui jalur pendakian, Pos Komando, Panheotan dan satu jalur favorit yaitu Legok Haji yang disebut sebagai jalur tercepat menuju ke puncak, di mana basecamp pendakian via Legok Haji berada di Desa Nyalindung dengan ketinggian mdpl. Pendaki bisa mendaftar dan menitipkan kendaraan pada warung makan yang dikelola warga sekitar dengan tarif Sementara untuk biaya tiket masuknya, kalian bisa membayar seikhlasnya atau tidak ada tarif khusus. Ketika mulai melakukan pendakian, kalian akan menemukan jalur persimpangan, di mana arah ke kanan menuju ke Curug Cipalasari, dan ke kiri menuju ke jalur pendakian. Adapun kontur jalur pendakian via Legok Haji ini berupa hutan pinus dan semak belukar serta vegetasi hutan padat berlumut. Gunung ini terbilang kurang ramah untuk pendaki pemula, pasalnya trek dari gunung ini terbilang cukup menantang. Disarankan ketika mendaki gunung ini menggunakan celana dan kaos panjang serta penutup kepala, lantaran banyak tanaman berduri tajam dan gatal di trek awal pendakian. Saat di puncaknya, kalian akan disuguhkan pemandangan Gunung Tangkuban Parahu. Di puncak ini juga kalian akan menemukan area kemping yang muat kurang lebih untuk 8 – 10 tenda, namun akses menuju ke area camp berupa kanan-kirinya jurang, jadi perlu berhati-hati. Adapun waktu pendakian menuju ke puncak, bisa dilakoni dengan waktu kurang lebih 3-5 jam, tergantung kondisi fisik dan mental pendaki. Dan untuk waktu tempuh turunnya bisa memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan, jadi gunung ini bisa untuk tek-tok atau kemping. Perlu diketahui, gunung ini memang belum terkelola dengan baik, oleh karenanya belum ada da pos peristirahatan resmi di sepanjang jalur Burangrang. Namun begitu, ada beberapa penunjuk arah ke puncak yang dipasang di beberapa persimpangan agar pendaki tak tersesat. MC/RL Foto dok. Instagram/nurrizqi_28
Bandung Barat - Gunung Burangrang di Jabar begitu menarik buat didaki. Gunung dengan hutan yang rimbun ini pun seringkali menjadi lokasi latihan Perahu sudah terkenal sebagai destinasi wisata di sekitar Bandung, tapi tak demikian halnya dengan Burangrang. Meski bertetangga, Burangrang relatif kurang populer, termasuk sebagai kawasan yang diincar para pendaki ketinggian mdpl, Burangrang merupakan gunung api mati yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Purwakarta. Gunung ini menjadi bagian dari rangkaian pegunungan purba seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Bukit Tunggul yang terbentuk dari sisa letusan Gunung Sunda Purba zaman prasejarah yang membentuk cekungan mangkuk Bandung Raya. Jika didasarkan dari legenda turun menurun, perahu yang ditendang Sangkuriang konon berubah jadi Tangkuban Perahu. Nah Burangrang ini berasal dari sisa batang kayu yang dilempar oleh Sangkuriang yang marah karena gagal menikahi ibu kandungnya.Muhammad Idris/detikTravelHutan kedua gunung bertetangga ini saling sambung menyambung, menciptakan lembah luas, hutan yang masih perawan di antara kedua puncaknya. Hutan lebat di lereng Burangrang akan terlihat sangat jelas saat melewati Tol Cipulang selepas Padalarang atau setelah KM pekan lalu mencoba melakukan pendakian Burangrang via Legok Haji yang notabene merupakan jalur tercepat menuju puncak. Dua jalur lainnya yakni Pos Komando dan Panheotan di mana masing-masing jalur tersebut memiliki karakteristik yang sendiri seringkali dipakai untuk latihan perang maupun survival pasukan Kopassus. Jangan heran jika di tengah hutan belantara ini, kerap terdengar letusan senjata api dan bom yang bersahutan pada saat-saat tertentu.Muhammad Idris/detikTravelNah, di Legok Haji, jangan bayangkan pendakian Burangrang seperti destinasi pendakian pada umumnya. Jalur pendakian yang masuk kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua ini tak memiliki basecamp resmi. Selain itu, tak ada papan petunjuk resmi yang menunjukkan tempat pendakian. Sehingga pendaki harus bertanya kepada warga sekitar untuk pendakian ke puncak Burangrang di Legok Haji sebenarnya merupakan jalan yang biasa dipakai untuk trek motor trail ke hutan Perhutani. Pendaki bisa mendaftar dan menitipkan kendaraan pada warung makan yang dikelola warga sekitar dengan tarif Rp pinus dan semak belukar sepanjang 2 kilometer jadi etape pertama yang bisa dilahap pendaki sebagai pemanasan sebelum trek menanjak sesungguhnya. Jangan salah, meski tingginya hanya mdpl, Burangrang termasuk sebagai gunung yang kurang ramah untuk pemula. Sebaiknya pendaki menggunakan celana dan kaos panjang serta penutup kepala, lantaran banyak tanaman berduri tajam dan gatal di trek pendaki, butuh setidaknya sejam perjalanan mencapai vegetasi hutan padat berlumut selepas semak belukar yang sedikit menanjak. Lantaran belum terkelola dengan baik, tak ada pos peristirahatan resmi di sepanjang jalur Burangrang. Namun begitu, ada beberapa penunjuk arah ke puncak yang dipasang di beberapa persimpangan agar pendaki tak trek pertama, pendaki menemui jalur semakin menjadi-jadi. Sepanjang jalur Legok Haji merupakan trek menanjak dengan kemiringan 60-80 derajat. Jalanan licin serta pohon tumbang, membuat kaki sulit menemukan pijakan yang pas. Beberapa tanjakan bahkan terpaksa dilewati dengan jongkok maupun Gunung Burangrang Muhammad Idris/detikTravelSetelah menempuh perjalanan selama 3 jam, barulah pendaki bisa menemukan batas vegetasi di mana sinar matahari tak lagi tertutup lebatnya hutan. Sepanjang jalur menuju puncak ini, treknya terbilang landai. Mata sangat dimanjakan pemandangan Kota Bandung di selatan dan hiruk pikuk Purwakarta di sisi utara. Jika cuaca sedang baik, mata bisa menerabas jauh hingga Waduk Cirata di Barat jalan menuju puncak ini pula, jurang menganga bisa ditemui di kiri-kanan jalan setapak yang lebarnya tak sampai setengah meter. Selanjutnya, pendaki hanya perlu menaiki trek berbatu hingga ke puncak di puncak Burangrang Muhammad Idris/detikTravelPuncak Burangrang sendiri hanya berupa tanah lapang seluas lapangan badminton yang ditandai sebuah tugu berkelir putih merah dengan ketinggian 2 meter. Tak jauh dari tugu, terdapat pula sebuah prasasti penanda batas wilayah Bandung Barat dengan pendaki akan mendirikan tenda untuk menginap di tanah lapang tersebut. Saat cuaca tak berkabut, keindahan Situ Lembang bisa tampak jelas dari puncak batas wilayah Bandung Barat dengan Purwakarta Muhammad Idris/detikTravelCara ke sanaTak tersedia angkutan umum untuk mencapai di Desa Pasirlangu. Ada beberapa angkot yang melayani rute dari Kota Cimahi dan Bandung Barat menuju Sekolah Polisi Negara SPN, yang jadi pemberhentian paling dekat dengan Legok Haji. Salah satunya angkot yang menuju langsung ke Stasiun Cimahi. Dari SPN yang berdampingan dengan Pasar Cisarua ini, pendaki bisa menumpang mobil bak terbuka atau menyewa ojek di sekitar pasar menuju menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati ruas Jalan Raya Cimahi sebelum kemudian berbelok ke Jalan Kolonel Masturi. Sampai di SPN, pendaki tinggal masuk ke jalan pasar dan berbelok ke kanan mengikuti arah jalan menuju Pasirlangu. idr/krn
gunung burangrang via legok haji